Selasa, 20 April 2021

Kedermawanan yang tidak ada duanya


Damaskus, 08 Ramadhan 1442 H

Alhamdulillah, dengan pertolongan yang Allah SWT berikan kepada kita, hal-hal yang dilarang oleh syariat-Nya dengan mudah kita sanggup untuk tidak menerjangnya. Pun, amalan-amalan ibadah yang dengan semangat telah kita lakukan, seringkali tidak kita sadari bahwa itu semua atas kuasa Allah SWT. 


Amma ba'du,

Dalam postingan yang diunggah guru kami ini, agaknya cukup menarik seandainya saya mengulasnya sedikit. Syekh Muhammad 'Ied Manshur menyitir perkataan Ibnu Batuta terkait kelebihan penduduk Damaskus dibanding penduduk kota lain. 

Menurut cendekiawan asal Maroko yang pernah berkelana ke berbagai pelosok dunia ini, Damaskus adalah kota istimewa. Dari masa ke masa, keistimewaan yang dimiliki Damaskus dan penduduknya itu tetap melekat dan tak pernah pudar hingga saat ini. 

Adalah keguyuban dan kedermawanan penduduknya menjadi ciri khas kelebihan salah satu kota tertua di dunia ini. Diantara potret sifat yang tercermin dari pada itu ialah, bahwa hampir tidak ditemukan penduduk Damaskus saat berbuka puasa ia dalam kesendirian. Artinya, banyak dari saudara-saudara muslim lainnya yang tulus mengulurkan tangannya. Pejabat negara maupun hakim2 tertinggi gemar menggelar buka puasa bersama (bukber) mengundang orang-orang yang berkekurangan. Pun, para pembesar di kota ini. Dalam satu meja makan dengan tulus mereka mau berbagi. 

Pedagang pun demikian, mereka berlomba-lomba menginvestasikan hasil keuntungannya untuk tetangga, fakir miskin, pelajar agama, maupun handai taulan yang dibulan Ramadhan khususnya, mereka butuh sokongan dalam hal finansial. Dan ini bukan sekedar isapan jempol atau hanya tinggal cerita saja. Sekali lagi, ini fakta yang kami rasakan langsung kedermawanan penduduk Syam, khususnya Damaskus. Bahkan saat tulisan ini saya buat, baru saja kami menerima pemberian ifthar (buka puasa) dari salah satu pedagang samping masjid dekat tempat tinggal kami, masjid Isa Kurdi an-Naqsyabandi. Saya kira cuma fathair lahmeh (roti gilingan daging tipis2) yang biasa dibagikan saat Ramadhan. Tapi ternyata kami menerima dua plastik ukuran sedang, berjubel menu puasa sepesial. Setidaknya ada tujuh menu makanan yang siap kami santap. Ada juga jus strawberry yang segarnya tiada tanding. Terimakasih, khoyu'.. Semoga segala urusan anda beserta keluarga, dipermudah oleh Allah SWT. Lain kali, insya Allah kebaikan mu akan kami balas juga dengan butiran-butiran bakso dan bakwan. In sya Allah..



Ben Saleem,

Selasa, 20 April 2021 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar